Manusia memang tidak lepas dari yang namanya penderitaan, setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya penderitaan atau akan mengalami yang namanya penderitaan, karena memang penderitaan itu adalah bagian dari kehidupan.
Penderitaan dibagi menjadi dua, yaitu penderitaan rohani dan penderitaan jasmani. Penderitaan jasmani adalah penderitaan yang dialami oleh fisik kita, sementara penderitaan rohani adalah penderitaan yang dialami oleh kejiwaan kita.
Penderitaan juga memiliki tingkatan, penderitaan tingkat tinggi dan penderitaan tingkat rendah, sebetulnya tingkat penderitaan ini tergantung dari individunya masing-masing, tergantung dari mental nya masing-masing, jika seseorang bermental kuat dia akan lebih mudah dalam menghadapi penderitaannya, akan tetapi jika mental seseorang lemah maka akan mudah terlarut dalam penderitaannya dan inilah biasanya yang membuat seseorang menjadi putus asa, ya solusinya adalah dengan memperkuat mental kalian, bagaimanakah caranya? Caranya adalah dengan menghadapi penderitaan itu sendiri, jangan malah pasrah dengan penderitaan yang sedang kalian alami.
Hubungan manusia dengan penderitaan.
Seseorang belum bisa dikatakan benar-benar mengalami kehidupan jika orang tersebut belu mengalami yang namanya penderitaan, karena seperti yang sudah saya bilang sebelumnya bahwa penderitaan adalah salah satu bagian dari kehidupan, kalau boleh saya bilang bahwa penderitaan juga termasuk bagian dalam anugerah tuhan. Kok bisa? Bisa aja sih kerena penderitaan justru membangun kepribadian seseorang menjadi lebih mandiri, bertanggung jawab, dan membuat mental seseorang juga menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Jika kita mampu menghadapi penderitaan maka akan ada banyak manfaat yang akan kia dapatkan dan akan ada rasa kepuasaan tersendiri jika kita mampu keluar dari penderitaan tersebut. Hadapi dan lewati, itulah orang-orang hebat.
Banyak orang sukses yang berawal dari penderitaan. Contoh pengusaha, ada banyak pengusaha di Indonesia, tapi pengusaha yang saya maksud disini adalah pengusa-pengusaha yang murni yang beranjak dari nol, bukan pengusaha turunan. Pengusaha murni yang beranjak dari nol pasti berawal dari penderitaan dan banyak mengalami halangan dan rintangan serta hambatan, tapi dengan semangat, kerja keras, dan tekad yang kuat mereka mampu melewatinya dan sekarang mereka sudah bisa merasakan hasilnya. Memang benar kata pepatah “berakit-rakit kehulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”.
Intinya karena manusia adalah makhluk yang paling sempurna disbanding makhluk yang lain, maka manusia juga dianugerahi penderitaan untuk membangun kepribadiannya dan menciptakan manusia yang bermental kuat, bisa juga dibilang kalau penderitaan adalah ujian bagi manusia sebelum mereka menjadi orang-orang yang hebat.
Original posted by : Fadly Rifai
0 komentar:
Posting Komentar