Selasa, 06 Mei 2014

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Pada dasarnya Tanggung Jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah suatu keberanian. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung resiko atas segala hal yang telah dilakukan atau diperbuat menjadi tanggung jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain, adil, bijaksana, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang yang bersangkutan akan selalu berusaha memenuhi kewajibannya melalui seluruh potensi dirinya. Orang yang bertanggung jawab adalah orang mau berkorban untuk kepentingan orang lain ataupun orang banyak.

        Orang yang bertanggung jawab dapat memperoleh kebahagiaan, sebab ia dapat menunaikan kewajibannya dengan baik. Kebahagiaan tersebut dapat dirasakan oleh dirinya sendiri ataupun oleh orang lain/banyak. Sebaliknya orang yang tidak bertanggung jawab akan menghadapai kesulitan, sebab ia tidak melaksanakan kewajibannya dengan baik dan tentunya tidak mengikuti aturan, norma serta nilai-nilai yang berlaku. Selain itu wujud dari tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah suatu perbuatan yang baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.

MANUSIA DAN PENDERITAAN

Manusia memang tidak lepas dari yang namanya penderitaan, setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya penderitaan atau akan mengalami yang namanya penderitaan, karena memang penderitaan itu adalah bagian dari kehidupan.
Penderitaan dibagi menjadi dua, yaitu penderitaan rohani dan penderitaan jasmani. Penderitaan jasmani adalah penderitaan yang dialami oleh fisik kita, sementara penderitaan rohani adalah penderitaan yang dialami oleh kejiwaan kita.
Penderitaan juga memiliki tingkatan, penderitaan tingkat tinggi dan penderitaan tingkat rendah, sebetulnya tingkat penderitaan ini tergantung dari individunya masing-masing, tergantung dari mental nya masing-masing, jika seseorang bermental kuat dia akan lebih mudah dalam menghadapi penderitaannya, akan tetapi jika mental seseorang lemah maka akan mudah terlarut dalam penderitaannya dan inilah biasanya yang membuat seseorang menjadi putus asa, ya solusinya adalah dengan memperkuat mental kalian, bagaimanakah caranya? Caranya adalah dengan menghadapi penderitaan itu sendiri, jangan malah pasrah dengan penderitaan yang sedang kalian alami.

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Setiap manusia di dunia ini tentu mempunyai pandangan hidupnya masing-masing yang perlu dipersiapkan secara rinci sejak dini agar dapat terlaksana sesuai dengan harapan pada waktu yang tepat. Pandangan hidup sendiri bersifat kodrati, yang telah diberikan oleh Tuhan kepada setiap manusia. Adapun pengertian pandangan hidup itu adalah pendapat  ataupun pertimbangan yang dijadikan sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petujuk hidup di dunia agar dapat menjalani hidup yang lebih baik lagi dengan adanya pandangan hidup tersebut. Pendapat atau pertimbangan di sini merupakan hasil pemikiran manusia itu sendiri yang berdasarkan pengalaman hidup atau sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pada dasarnya, pandangan hidup mempunyai empat unsur yang saling terkait satu sama lain yang tidak dapat terpisahkan, yaitu cita-cita, kebijakan, usaha, dan keyakinan atau kepercayaan. Yang dimaksud dengan cita-cita adalah apa yang ingin dicapai dengan usaha atau perjuangan yang akan ditempuh untuk mendapatkannya. Tujuan yang ingin dicapai adalah kebajikan. Kebajikan adalah segala sesuatu hal yang baik yang dapat manusia itu bahagia, makmur dan tentram. Usaha atau perjuangan yaitu kerja keras yang dilandasi oleh kepercayaan dan keyakinan. Keyakinan atau kepercayaan itu dapat diukur dengan  kemampuan akal, kemampuan jasmani, dan kepercayaan kepada Tuhan.

Manusia dan Keindahan

MANUSIA DAN KEINDAHAN

1.      LATAR BELAKANG
Semua manusia secara default adalah indah, tidak ada manusia yang tidak indah, yang membuat manusia tidak indah adalah dirinya sendiri, karena kurangnya rasa bersyukur yang ada pada diri mereka maka pasti mereka akan menganggap dirinya sendiri menjadi tidak indah. Oleh karena itu pada makalah ini akan dibahas tentang manusia dan keindahannya, semoga dengan makalah ini kalian bisa lebih memahami apa itu manusia beserta keindahannya.

Manusia dan Keadilan

Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.

MANUSIA DAN CINTA KASIH

Pengertian Cinta Kasih dan SayangAda beberapa pendapat mengenai pengertian cinta kasih. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S. Purwodarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu hamper sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.Walaupun cinta dan kasih mengandung arti yang hamper sama, antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah pada orang atau yang dicintai. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Manusia dan kebudayaan adalah satu hal yang tidak pernah bisa di pisahkan karena dimana manusia itu hidup dan menetap dapat di pastikan seorang manusia akan hidup sesuai dengan kebudayaan yang ada di daerah yang di tinggalinya.

Manusia yang merupakan makhluk sosial yang berinteraksi setiap hari dengan satu sama lain serta mengadakan suatu kebiasaan-kebiasaan dengan komunitasnya yang terus mereka kembangkan dan lestarikan secara turun temurun sehingga kebiasaan-kebiasaan itu sudah menjadi suatu warisan dari generasi sebelumnya dan akan terus berkembang selama generasi-generasi selanjutnya tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan.